Kesalahan Perusahaan Dalam Proses Penggajian Karyawan

Asalamu'alaikum Wr. Wb. Bagaimana kabarnya sobat hari ini? Jumpa lagi dengan kami masih di TUTORIAL89, tempatnya berbagi tutorial-tutorial menarik. Dikesempatan kali ini kami akan membahas "Kesalahan Perusahaan Dalam Proses Penggajian Karyawan".


Semakin meningkatnya pertumbuhan bisnis, tentunya akan semakin baik. Namun, Anda juga harus bisa bertanggung jawab dalam mengelola payroll atau sistem penggajian pada perusahaan. Tidak sedikit perusahaan yang semakin berkembang malah keteteran dalam hal penggajian. Ini karena mereka belum menyiapkan sistem payroll dengan baik. Berikut ini adalah kesalahan perusahaan dalam proses penggajian karyawan.

Kesalahan Perusahaan Dalam Proses Penggajian Karyawan

Kesalahan Perusahaan Saat Penggajian

1. Proses Pencatatan yang Tidak Memadai
Kesalahan utama yang biasa dilakukan oleh perusahaan adalah tidak bisa melakukan pencatatan dengan baik, alias gagal dalam mencatat serta melengkapi payroll dengan akurat. Kesalahan dalam proses pencatatan atau dokumentasi yang sama sekali tidak memadai bisa memperpanjang dalam proses audit pengupahan karyawan. Hal, ini harus benar-benar dihindari.

Sesuai dengan peraturan dalam penggajian yang berlaku, Anda akan diminta untuk menyimpan sebuah catatan penggajian setidaknya selam 3 tahun. Sementara pada catatan tersebut dan perhitungan pengupahannya harus bisa Anda pertahankan selama 2 tahun. Inilah biasanya yang selalu diabaikan.

2. Tidak Tepat Waktu Saat Pembayaran Gaji dan Pengarsipan Pajak
Jika ternyata bisnis Anda mempunyai masalah dalam arus kas, Anda mungkin bisa saja tergoda untuk membayar tagihan yang ada lebih dulu, seperti utilitas dan vendor. Apakah benar atau tidak apa yang Anda lakukan? Tidak, ini adalah kesalahan! Pajak dalam sebuah penggajian harus Anda prioritaskan.

Jika Anda mengalami keterlambatan dalam penggajian tentunya Anda harus dikenai denda yang bisa saja setara dengan jumlah pajak yang belum Anda bayar plus bunganya.

3. Mengelompokkan karyawan sebagai subkontrak
Oke sekarang, coba perhatikan bagaimana Anda memperlakukan karyawan yang ada di kantor dalam masalah tunjangan gaji dan pajak dengan perlakukan sebagai seorang kontraktor. Tidak sedikit bisnis yang lebih memilih menjadi kontraktor independen, apalagi jika ternyata pekerjaan dilakukan dengan sifat yang sangat sementara. Dengan Anda mengelompokan beberapa karyawan sebagai kontraktor independen, tentunya perusahaan harus bisa menghindari adanya pajak berganda.

Sementara itu tugas Anda adalah bagaimana membedakan antara keduanya. Karena hal ini bisa memberikan dampak yang sangat besar pada proses penggajiannya. Sehingga Anda harus mempelajari lebih dulu perbedaan antar karyawan dan juga kontraktor independen agar bisa menghindari kesalahan dalam proses pengisian transaksi penggajian.

4. Melakukan pembagian yang tidak adil untuk non-exempt employees
Non-exempt employee merupakan karyawan yang diupah berdasarkan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Mereka berhak mendapatkan uang jika harus lembur. Sementar itu, exempt worket tidak. Anda harus dapat mengklasifikasikan karyawan berdasarkan jenisnya. Jangan sampai Anda malah tidak adil karena salah pengklasifikasian.

Itulah 4 kesalahan perusahaan dalam proses penggajian karyawan. Hal-hal di atas merupakan hal dasar yang biasanya akan selalu terjadi dalam perusahaan. Cara menghindarinya adalah dengan mempekerjakan orang yang andal dalam bidangnya dan juga system payroll yang baik.